DIVERGENT THINKING UNTUK KAMPUS MERDEKA
Abstract
Pemahaman Kampus Merdeka mengubah paradigma lama tentang dunia kampus sebagai sarana proses pendidikan tinggi. Implementasi penting dari kebijakan Kampus Merdeka adalah penyusunan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih efektif. Metode yang dianggap relevan adalah konsep Divergent Thinking. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan pemahaman bahwa dengan konsep divergent thinking, mahasiswa dan dosen siap melaksanakan arah pembelajaran yang menjadi capaian untuk kebijakan Kampus Merdeka. Data penelitian dianalisis dari jawaban mahasiswa dan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafiiyah (FEB-UIA) sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dan dosen setuju untuk penerapan konsep divergent thinking agar kompeten dalam keilmuan prodi dan update terhadap perkembangan teknologi. Sebagian mahasiswa (25%) belum memahami konsep Kampus Merdeka tetapi setuju untuk memodifikasi kurikulum agar lebih implementatif terhadap kebijakan Kampus Merdeka. Bidang ilmu ekonomi yang direkomendasikan untuk bertransformasi adalah manajemen pemasaran (digital marketing) dan manajemen keuangan (financial technology-fintech). Implementasi Kampus Merdeka dengan metode divergent thinking adalah jalan bagi kebaikan Indonesia untuk penyesuaian kurikulum dan bertransformasi menjadi kampus dengan para sivitas akademika yang berfikir secara divergent