PENGARUH POLA SUMUR INJEKSI, WAG RASIO, DAN UKURAN SLUG TERHADAP INJEKSI CO2 WATER ALTERNATING GAS (WAG) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN RECOVERY FACTOR
Keywords:
EOR, Injeksi CO2, WAG, Recovery Factor.Abstract
Injeksi CO2 merupakan salah satu metode EOR dengan cara meningkatkan/mengembangkan volume minyak, sangat larut dalam air, menurunkan viskositas dan densitas minyak yang dapat mengurangi mobility ratio karena dipengaruhi oleh terlarutnya CO2 dalam minyak. Penelitian ini berfokus menganalisis keberhasilan injeksi CO2 dengan metode Water Alternating Gas (WAG ). Tujuan penelitian ini yaitu sebagai acuan yang dapat diterapkan di Indonesia untuk melakukan Injeksi CO2 WAG dengan karakteristik lapangan yang sesuai parameter Screening EOR Injeksi CO2 untuk meningkatkan perolehan minyak (Recovery Factor). Parameter keberhasilan injeksi CO2 WAG yang akan dibahas yaitu pola sumur injeksi, WAG rasio, dan ukuran slug CO2. Metodologi penelitian dengan cara melakukan review pengalaman keberhasilan lapangan Lapangan Formasi Bakken, Lapangan Formasi Sarvak, Lapangan Rumaitha, Lapangan Kelly Snyder, dan Lapangan Gandhar yang menggunakan Injeksi CO2 WAG. Dari hasil analisis dapat disimpulkan penentuan pola sumur injeksi-produksi yang paling optimal adalah pola five spot. Pola five spot merupakan pola injeksi-produksi WAG rasio yang paling banyak digunakan yaitu 1:1 dan 1:2, semakin besar ukuran slug (pore volume) maka semakin besar perolehan minyak dan semakin besar laju injeksi CO2 maka swelling atau perubahan volume minyak akan semakin besar juga, dengan kondisi laju injeksi yang rendah maka breakthrough lebih lama dan perolehan minyak (Recovery Factor) meningkat.