ANALISIS PENGGUNAAN LOST CIRCULATION MATERIAL (LCM) DALAM MENGATASI KEHILANGAN LUMPUR DAN KICK DARI TIGA SUMUR PADA LAPANGAN GAS JBS, JAWA TIMUR
Keywords:
Lumpur, Water Based Mud, Kehilangan Lumpur, Lost Circulation MaterialAbstract
Pemilihan material lumpur merupakan salah satu kegiatan pemboran yang sangat menjadi perhatian penting. Penggunaan lumpur pemboran mempengaruhi performa sumur dalam melakukan pemboran atau dalam mengatasi permasalahan pemboran yang tidak dapat dipungkiri harus dihadapi dalam suatu kegiatan pemboran. Sifat fisik serta komposisi lumpur yang tepat dapat menentukan keberhasilan dari suatu operasi pemboran.
Lapangan Gas JBS terdiri dari tiga sumur pemboran yang memiliki permasalahan pemboran yaitu kehilangan lumpur dan terjadinya kick. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan formula dan bahan lumpur yang tepat dalam menggunakan Lost Circulation Material (LCM) sehingga permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik.
Salah satu komponen dalam membuat Lost Circulation Material (LCM) adalah dengan menggunakan barite. LCM adalah material yang ditambahkan saat sirkulasi atau mencegah terjadinya lost circulation maupun terjadinya kick. Berat jenis lumpur yang digunakan untuk mengatasi masalah kehilangan lumpur dan kick adalah 8.6 – 14.6 ppg. Dengan menggunakan lumpur dengan berat tersebut maka permasalahan ini dapat teratasi.