APLIKASI INSENTIF KEEKONOMIAN PADA PERPANJANGAN WILAYAH KERJA SEBAGAI PENDORONG INVESTASI MIGAS DI INDONESIA DENGAN MEKANISME COST RECOVERY DAN GROSS SPLIT
Keywords:
Insentif, Cost Recovery, Gross SplitAbstract
Dalam hal rencana pengembangan jangka panjang suatu wilayah kerja, adakalanya keekonomian pengembangan wilayah kerja tersebut menjadi tidak layak untuk dikembangkan seperti lapangan yang sudah mature, tahapan secondary recovery atau tertiary recovery, laut dalam, dst. Namun jika lapangan tersebut tidak diproduksikan maka produksi nasional, pendapatan pemerintah, pendapatan kontraktor dan kegiatan eksplorasi lainnya di wilayah kerja tersebut akan terhenti. Oleh karena ini diperlukannya adanya bantuan dari Pemerintah berupa insentif keekonomian untuk mendorong invetasi di bidang migas terus berjalan seperti pemberian investment credit, percepatan masa depresiasi, DMO Holiday, pembebasan indirect tax, diskresi (untuk gross split), dll dari Pemerintah untuk Kontraktor supaya wilayah kerja tersebut dapat terus berproduksi dan kedua belah pihak tetap mendapatkan keuntungan. Metode yang digunakan adalah dengan mencari skenario yang paling optimum dalam menentukan besaran insentif yang akan diberikan oleh Pemerintah untuk mencapai minimum keekonomian yang layak (IRR dan NPV) untuk Kontraktor. Dengan diberikannya insentif keekonomian oleh Pemerintah dapat mendorong investasi migas di Indonesia untuk mendukung cita-cita pemerintah yaitu produksi minyak 1 juta BOPD dan produksi gas 12 BSCFD pada tahun 2030.