PENDEKATAN GEOMEKANIKA DALAM ANALISIS KESTABILAN LUBANG BOR DI LAPANGAN X

Authors

  • Jekky L B Sagala
  • Sugiatmo Kasmungin
  • Dwi Atty

Keywords:

geomekanika, kestabilan lubang bor, berat jenis lumpur, tegangan in-situ.

Abstract

Permasalahan kestabilan lubang bor akan mengakibatkan meningkatnya biaya pengeboran dan berdampak pada jadwal pengeboran. Kestabilan lubang bor dipengaruhi  faktor  yang  tidak  dapat  dikendalikan  seperti  tekanan-in-situ,tekanan pori, kekuatan batuan, serta faktor yang bisa dioptimalkan seperti arah sumur pemboran dan berat jenis lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan pori, tegangan in-situ dan kekuatan batuan untuk rekomendasi rentang berat jenis lumpur pemboran berdasarkan atas nilai tekanan pori dan tekanan rekah dan arah pemboran sumur-sumur rencana berdasarkan atas kondisi struktur geologi. Pendekatan secara geomekanika dilakukan terhadap 5 sumur yang telah dilakukan pengeboran. Data sekunder berupa log sumur dan data geologi dikumpulkan dan dilakukan perhitungan untuk  mendapatkan  parameter  geomekanika  yaitu  tekanan  pori,  tekanan rekah, tekanan vertikal, tekanan horizontal dan kekuatan batuan. Kemudian dilakukan analisis tekanan sumur, analisis tekanan lumpur, analisis kekuatan batuan dan analisis struktur.Hasil penelitian ditemukan estimasi pore pressure yang menunjukkan adanya tekanan subnormal pada kedalaman sekitar 5000-7000 feet yang mungkin disebabkan oleh pergantian Formasi Cibulakan ke Formasi Baturaja. Selain itu Formasi Talang Akar merupakan formasi dengan tekanan pori paling tinggi. Rekomendasi rentang berat jenis lumpur akan stabil pada 8,5 – 9,5 ppg untuk Formasi Cisubuh, Parigi, Cibulakan dan Batu Raja. Sedangkan untuk Formasi Talang Akar 9,5-10,5 ppg. Kekuatan batuan menunjukan bahwa kekuatan batuan berkisar dari yang lemah sampai yang sangat kuat. Konfigurasi parameter geomekanik menunjukkan bahwa fault yang terbentuk bersifat transisi antara strike-slip fault ke normal fault (Shmaks ≈ Sv > Shmin). Sedangkan untuk Shmaks azimuth, berdasarkan data world stress map perkiraan arah Shmaks adalah 025 ± 20 ° N. Prediksi kestabilan lubang bor dipengaruhi oleh Shmaks yang berarah timur laut-barat daya. Apabila dilakukan pemboran lebih lanjut maka vertical drilling diperkirakan cukup  stabil.  Namun,  directional  dan  horizontal  drilling  dapat  dilakukan dengan stabil apabila memotong arah Shmaks dan Shmin.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Sugiatmo Kasmungin ,

Downloads

Published

2020-10-12