PENGARUH JENIS LIMBAH SAYURAN, KOTORAN KAMBING, DAN AIR CUCIAN BERAS PADA PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN METODE TAKAKURA
Keywords:
Air Cucian Beras,, Jenis Limbah Sayur, Kotoran Kambing, Metode TakakuraAbstract
Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sampah adalah dengan menggunakan teknologi daur ulang sampah menjadi pupuk kompos dengan metode Takakura. Metode takakura memerlukan penambahan bioaktivator berupa mikroba dekomposer, seperti limbah air cucian beras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi kotoran kambing terhadap kualitas hasil kompos serta mengetahui perbandingan parameter fisik seperti suhu, pH, bau, warna, dan tekstur kompos sesuai dengan pedoman SNI 19-7030-2004. Metode penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok hijau dan kelompok putih dengan konsentrasi kotoran kambing sebesar 1%, 5%, dan 10% serta penambahan bioaktivator air cucian beras sebanyak 5 ml. Pada proses pengomposan dengan limbah sawi putih metode takakura diperoleh hasil parameter suhu kelompok putih pada KoHe 5% lebih tinggi sebesar 29ᵒC dibandingkan dengan kelompok hijau pada KoHe 5% sebesar 28ᵒC. Selanjutnya pada parameter pH dengan kelompok hijau dan kelompok putih diperoleh hasil terbaik pada KoHe 5% yaitu sebesar 7.0. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengukuran parameter suhu, pH, warna kompos, bau kompos, dan tekstur kompos dengan seluruh variasi KoHe pada dua kempok sudah memenuhi standar kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004