UPAYA MENGURANGI JUMLAH REJECT BUBUK HALUS DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALAYSIS PADA PROSES PRODUKSI DI AREA WIP CEREAL PT XYZ

Authors

  • Mukhamad Abduh Universitas Esa Unggul
  • Kristian Irwan Panca Putra Universitas Esa Unggul

Keywords:

Reject, Cereal, Sheet, Six Sigma, Crusher, slitter

Abstract

Pengendalian kualitas menurut Teori Edwards Deming, mengemukakan bahwa proses industri harus di pandang sebagai suatu perbaikan kualitas secara terus menerus, Six Sigma adalah suatu metodologi peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) yang berfokus pada pelanggan di mana dapat meminimalkan cacat dan variasi hingga 3,4 defects per million opportunities dalam desain produk, produksi, dan proses administrasi. Dalam menghadapi pertumbuhan permintaan, PT. XYZ melakukan peningkatan kapasitas produksi wafer coating cereal dari 180.000 karton per minggu menjadi 200.000 karton per minggu, setara dengan peningkatan sebesar 11,11% dari kapasitas awal. Selain itu, manajemen juga memberikan fokus pada program pengendalian mutu dan program cost reduction, salah satu caranya adalah dengan mengurangi tingkat reject pada proses produksi. Selama semester satu tahun 2022 hingga semester dua tahun 2023 tim KonCer telah menghasilkan peningkatan pencapaian target produksi WIP Cereal menjadi sebesar 83% dan pengurangan tingkat reject bubuk halus menjadi sebesar 11,17%, namun peningkatan pencapaian target produksi dan tingkat reject bubuk halus WIP Cereal masih di bawah standar yang telah ditetapkan oleh PT. XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil perbaikan tim KonCer atas produk Cereal terhadap reject bubuk halus menggunakan metode six sigma dan FMEA, serta memberikan saran perbaikan menggunakan metode 5w+1h. Dari hasil analisis dengan pareto chart, didapatkan tiga sumber jenis defect utama yaitu reject bubuk halus after slitting, crushing dan sieving. Hasil perhitungan nilai DPMO reject bubuk halus didapati sebesar 37192.10 dengan tingkat sigma 3,29. Akar permasalahan dari masing-masing defect kritis dicari menggunakan diagram fishbone. Kemudian dilakukan pembobotan terhadap tiap-tiap penyebab terjadinya defect menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pada langkah akhir memberikan usulan perbaikan menggunakan 5w+1h dengan usulan untuk memisahkan jalur produk antara untuk Not Good Product dan Good Product, Increase Speed Mesin Crusher, memodifikasi pengunci cetakan lembaran sheet, Mengurangi jarak antar pisau menyesuaikan standar tebal lembaran sheet.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-05-25