PERBANDINGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR DARI LIMBAH PLASTIK KEMASAN GELAS AIR MINERAL MEREK XX DENGAN BAHAN BAKAR KOMERSIAL PADA APLIKASI KERJA MOTOR BAKAR 100 CC

Authors

  • Purwo Subekti Program Studi Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau
  • Heri Suripto Program Studi Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau
  • Aprizal Aprizal Program Studi Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau
  • Jhonni Rahman Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Riau Pekanbaru, Riau
  • Rindi Genesa Hatika Program Pendidikan Fisika Universitas Pasir Pengaraian Rokan Hulu, Riau
  • Aldy Fahri Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Riau Pekanbaru, Riau
  • Mohd Sabri Safii HSB Program Studi Teknik Mesin Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau
  • Richard Montero Siahaan Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Riau Pekanbaru, Riau

Keywords:

limbah plastik,, kemasan gelas,, bahan bakar alternatif,, energi,, motor bakar

Abstract

Upaya penelitian tentang penggunaan limbah plastik sebagai sumber energi terus dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan dan menambah nilai guna dari limbah tersebut. Limbah plastik dari kemasan gelas air mineral merek XX dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif (BBA) dengan teknik pirolisis pada rentang suhu 240-600 °C. Studi ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bahan bakar dari limbah plastik kemasan gelas air mineral merek XX dengan bahan bakar komersial pada mesin motor berkapasitas 100 CC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBA dari limbah plastik kemasan gelas air mineral merek XX memiliki kinerja pada motor uji sebanding dengan bahan bakar komersial. Konsumsi BBA lebih efisien pada transmisi 1 dan 2, tetapi untuk kerja amesin pada transmisi 3 dan 4 menunjukkan penggunaan bahan bakar yang lebih tinggi. Meskipun limbah plastik kemasan gelas merek XX berpotensi sebagai sumber bahan bakar alternatif, masih terdapat beberapa tantangan dalam proses pengolahannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teknologi lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya produksi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-03-20