ANALISIS KADAR LOGAM BERAT Cd DAN Pb PADA SAWI HIJAU YANG DIPANEN PADA USIA 2, 3, DAN 4 MINGGU DENGAN METODE AAS (ATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY) 2025
Keywords:
AAS,, morfologi,, sawi hijau,, tanaman,, usia panenAbstract
Tanaman sayuran dan buah-buahan, seperti sawi hijau (Brassica rapa L. Subsp. perviridis bailey), memiliki beragam jenis dan nilai gizi tinggi, termasuk kandungan vitamin A dan C. Tanaman ini rentan terhadap kontaminasi logam berat dan jika melebihi batas maksimum yang ditetapkan SNI 7387:2009 (0,1 mg/kg untuk Cd dan 0,2 mg/kg untuk Pb), berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan karena dapat masuk ke sistem metabolisme melalui air, udara, atau makanan yang terkontaminasi. Analisa kadar logam berat pada sawi hijau dapat dilakukan dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil pengujian kadar logam berat Cd dan Pb pada sawi hijau yang dipanen pada usia 2, 3, dan 4 minggu dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) didapatkan bahwa semua sampel sawi hijau dalam penelitian ini memenuhi standar keberterimaan pada regulasi dari SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan. Namun tanaman sawi hijau yang paling aman dikonsumsi adalah yang dipanen pada usia 2 minggu yang mendapat perolehan kadar yaitu Cd 0,0129 mg/kg dan pada Pb 0,0324 mg/kg. Untuk membedakan tanaman sawi hijau yang dipanen pada usia 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu dapat dibedakan dari morfologi tanaman tersebut, yaitu: semakin lama waktu panen maka tanaman sawi hijau akan semakin tinggi, jumlah daun semakin banyak, dan daun akan semakin lebar.