PENGARUH PENGATURAN ZERO EXPORT PADA INVERTER TERHADAP PRODUKSI ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) 5 KWP PONDOK PESANTREN KOTA SEMARANG
Keywords:
PLTS on-grid,, zero export,, surplus energi,, optimalisasi energiAbstract
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid menjadi solusi utama dalam mendukung transisi energi menuju energi baru terbarukan. Namun, penerapan kebijakan zero export pada sistem PLTS membatasi penyaluran energi ke jaringan utama, sehingga hanya memenuhi kebutuhan beban lokal. Penelitian ini menganalisis profil produksi energi, potensi surplus energi, dan kesesuaiannya dengan simulasi optimal pada sistem PLTS berkapasitas 5 kWp di wilayah Semarang. Simulasi dilakukan menggunakan aplikasi berbasis web Global Solar Atlas untuk memperoleh estimasi produksi energi optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi surplus harian rata-rata mencapai 14 kWh, dengan energi aktual yang termanfaatkan hanya sekitar 34% dari kapasitas potensial. Perbandingan antara data aktual dan simulasi menunjukkan adanya potensi pemanfaatan energi yang lebih besar jika pembatasan zero export dapat dioptimalkan. Studi ini memberikan gambaran pentingnya evaluasi kinerja PLTS untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.