PERUMUSAN KRITERIA ARSITEKTUR ECO-CULTURAL PADA BANGUNAN KEBUDAYAAN

Authors

  • Regina Wijaya Putri Program Sarjana Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
  • Mohammad Ischak Program Magister Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
  • Lucia Helly Purwaningsih Program Magister Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Keywords:

Arsitektur Berkelanjutan, Eko-Kultural, Bangunan Kebudayaan

Abstract

Konsep arsitektur eko-kultural merupakan salah satu dari konsep aliran arsitektur berkelanjutan. Konsep arsitektur ini merupakan salah satu dari Enam Logika Bersaing dari Arsitektur Berkelanjutan. Bangunan kebudayaan dapat menjadi contoh intrepretasi dari arsitektur eko-kultur. Bangunan kebudayaan adalah salah satu klasifikasi bangunan yang banyak menggunakan konsep ini dikarenakan adanya perpaduan kebudayaan serta alam sekitar didalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil penerapan dari arsitektur eko-kultural terhadap bangunan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan melakukan studi terhadap preseden yaitu, Pusat Seni dan Kebudayaan ChunYangTai, Pusat Pendidikan Alam dan Kebudayaan Kaliandra Sejati, dan Pusat Kebudayaan Elena Garro. Penelitian ini menggunakan kriteria konsep eko-kultur sebagai alat untuk menganalisis serta menyimpulkan studi preseden yang ada. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dan acuan dalam mendesain pusat kebudayaan menggunakan konsep arsitektur eko-kultural.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-08-09