STUDI KOMPARASI INTEGRASI FUNGSI STASIUN-APARTEMEN OBJEK STUDI : STASIUN KRL (KERETA REL LISTRIK) PONDOK CINA,DEPOK – APARTEMEN SAMESTA MAHATA MARGONDA DAN STASIUN LRT (LIGHT RAIL TRANSIT) JATIMULYA, BEKASI – APARTEMEN GREEN AVENUE

Authors

  • Grace Margareth Ulina Aritonang Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Etty R Kridarso Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia
  • Agus Saladin Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Keywords:

Stasiun, Apartemen, Integrasi Fungsi, Konektivitas

Abstract

Ketersediaan lahan yang terbatas membuat harga tanah di Kota Jakarta menjadi mahal. Hal ini yang mengakibatkan banyaknya hunian yang berada di pinggiran kota seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kebutuhan ruang yang semakin meningkat mengakibatkan hunian vertikal berupa apartemen menjadi hal yang diminati oleh masyarakat. Lokasi tempat tinggal yang cukup jauh dari Kota Jakarta membutuhkan transportasi yang efektif untuk memudahkan mobilitas pengguna hunian yang dapat berupa KRL (Kereta Rel Listrik) maupun LRT (Light Rail Transit). Penggabungan fungsi bangunan stasiun dan apartemen dapat terkoneksi dengan baik melalui integrasi fungsi secara vertikal dan horizontal. Integrasi fungsi yang lebih baik yaitu menyediakan area integrasi yang lebih lengkap untuk mencapai konektivitas bangunan yang efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-08-09